Ciri Ciri Teman Yang harus dipertahankan

Ada  sekian banyak manusia yang saya kenal,  sekedar untuk mengobrol,  nanya lokasi cafe yang recomended, hingga bekerja,  berbisnis, dan studi  kuliah.

Teman saya juga banyak yang hebat,   dari yang lulus s1 cepat 3.5 tahun, punya mobil dan rumah di usia muda, ada yang udah S2 berbarengan dengan saya lulus S1 dan kini jadi profesional di bidangnya,  ada yang ahli visual dan bayarannya mahal :p,  ada yang jadi musisi, jadi artis terkenal dengan suara dan skill menyanyi luar biasa, ada yang bisnis dengan omzet M M an, tentunya dengan modal bersih milik dia, bahkan kini ada juga yang jadi dosen ITB (Selamat Hyung,  sukses selalu) .  Melalui teman juga saya dapat pekerjaan, dan sharing isi kepala. Melalui teman itulah  saya mendapat motivasi untuk bisa lebih sukses.

Nah dari beberapa teman hebat itu, ada satu yang berbeda, dan tentunya bernilai untuk dipertahankan, dijalin silaturahmi nya, meskipun karirnya belum sejauh teman saya lainnya yang disebut diatas, why?

Jadi suatu ketika saya chatting di whatsapp,  yaa  obrolan obrolan biasa, masalah teknologi lah,  cerita bodor lah, ngaler ngidul, dan satu point,  saya mengutarakan salah satu rencana saya ke depan,  kemudian teman saya bilang:

“perbanyak duha dan tahajud wa”

….

nyesss, dari sekian banyak teman,  maka teman terbaik itu adalah yang mengingatkan kebaikan menuju dunia dan akhirat. Bayangkan ketika kita semua hebat, berkarir dan saling mengingatkan dalam kebaikan menuju akhirat, maka indah sekali berada dalam ekosistem ini.

Mengatasi menunda tugas karena perfeksionis

Sebagian kerjaan selalu ditunda-tunda untuk diselesaikan, ya salah satunya adalah karena ingin sempurna atau perfeksionis dalam mengerjakannya. Nah, kali ini, beberapa solusi agar bisa menyelesaikan pekerjaan yang ditunda-tunda karena terlalu perfeksionis ada beberapa solusi yang diberikan oleh ibu Monica Ramirez Basco, sebuah buku favorit yang ku baca, dari mulai nyewa buku itu, sampe beli bukunya. So, ga perlu bertele-tele hehe,

ini solusinya, mencari jalan tengah dari pekerjaan, yaitu dengan cara

  1. Tanya pada diri sendiri, apa tujuannya dari tugas tersebut? Buat saya sendiri, kadang sebuah tugas suka lupa tujuannya apa, yang difokuskan adalah sulitnya saja, jadi aja ditunda. Kalau goalnya sudah nampak, visualisasinya oke, lanjut..
  2. Seberapa penting tugas tersebut harus dilakukan dengan sempurna? memang bener sih, ternyata pekerjaan itu ga harus sempurna semua, misalkan, membereskan kamar tidur, kadang dinanti-nanti karena ingin rapih banget, tapi karena overwhelmed, malah dinanti-nanti, simple saja, bereskan kamar tidur seadanya, misal ada kasur, ada meja, ada tumpukan buku, cukup bereskan kasur saja kan kelar hhe.
  3. Cari jalan tengahnya, ya salah satunya adalah contoh pada point 2, jika membersihkan kamar ada 3 hal yang harus dilakukan, lakukan saja 1 hal jika cukup. atau cari bantuan, jaman sekarang ada juga go-clean :p.
  4. Ini part yang saya suka, “beri tahu dirimu sendiri bahwa lebih baik melakukan sesuatu daripada tidak sama sekali”. kadang perfeksionis itu terlalu detail, saking detailnya malah jadi beban, atau buat detailnya aja belom kelar wkwkw, lebih baik maju sedikit tanpa harus memperhatikan detail.

Yaa.. ini adalah sebagian kecil yang saya rangkum dari buku favorit saya, berjudul “never say later” karangan Bu Monica Ramirez Basco, Terimakasih bukunya bu 🙂

Hati ini seperti pedang

Ceritanya cocoklogi hehe.

Mula nya pedang logam yang kita punya keras dan kuat juga tajam namun tidak terlalu tajam, tapi cukup tajam untuk memulai kehidupan.

Kita yang sekarang tahu seberapa kuat dan seberapa tajam pedang yang kita punya.

setiap harinya, keputusan,  gerak dan pikiran sangat menentukan apakah akan mengasah dan mempertajam pedang,  atau mempertumpul pedang.

Kekuatan pedang akan diuji.

setiap episode akan muncul masalah,  apakah pedang mampu menebas masalah dengan mudah karena tajam atau dengan sulit karena tumpul.

Seberapa sering di setiap hari nya kita memutuskan kegiatan yang akan dilakukan.  Apakah untuk mengasah pedang atau mempertumpul pedang.

tapi perlu ingat,, pedang semakin lama semakin tipis dan retak, bisa karena tipis terasah atau retak karena tumpulnya tidak kuat untuk menebas masalah yang besar. suatu saat pedang ini akan mati.

Vietnam drip di kebun belakang

Vietnam drip ini kalau bahan kopi nya pas rasanya bisa enak..  yaa kalau ga punya mesin espresso mah ntaps lah pake ini.. paitnya lebih keluar daripada syphon ato v60 kalau beli di coffee shop,  kenapa?  mungkin karena saya beli vietnam drip yang ukuran 5cm, harganya ga sampe 30rb gaes.. 

Lss Itb 09… topik gosip selalu bikin betah buat ngobrol😂,

tragedi keyboard ngagebru disaat main musik sedih.. – with Anies, Pebi, Yana, Imam, Icmizaniar, Fitria, Agus, Dea, and Yuke

View on Path

Last Meeting with best friend

Dimulai dari masa masa gamang pekerjaan, kuliah dan akhirnya memutuskan berwirausaha. 

Memulai projek kecil kecilan banget,  hingga alhamdulillah meningkat.. 

sayangnya doi terkena hujan:(… 

Udah sehat lagi sih, meski telah dapat penggantinya,  so harus merelakanmu berpindah tangan :(..  bye bye

Berpikir positif menurutku

menurutku, berpikir positif bukan  menganggap hal buruk diada-adakan sebagai hal baik, tapi menerima hal buruk dengan ikhlas dan tidak berlebihan,  alias baper😂, kemudian belajar dari hal buruk itu untuk menciptakan hal baik di masa depan. 

azeek,  sok sok an bikin tulisan ala ala motivator. 🙏