Sate Maranggi di Rest Area Km 97 Cipularang

Seusai solat jumat,  makan siang memang satu hal yang layak disyukuri.  Perjalanan menuju Serpong memang perlu amunisi yang mantap. . . 

Sate ayam ini disajikan demgan bumbu kacang yang ringan tidak encer,  plus pacar,  eh acar dengan cengek. . Sensasinya,  rasa daging empuk terasa tidak tertutup dengan kacang, kesegaran dan pedas nya pun pas dengan acar.  satu porsi sate ini cukup murah sekitar 20k. 

Roti bakar and meet Kece CEO of wantedly.com,  Akiko Naka

Roti bakar selalu jadi makanan ter favorit,  tak lupa minum nya kopi. 

hari ini ikut event techinasia conference di jakarta . .  as a developer 😂😂😂

hal keren lain nya,  bersyukut sempet foto bareng CEO kece dari jepang. Akiko Naka,  seorang founder dan CEO dengan action keren yaitu memulai company dari apartmen nya sendirian..  su su su super kece.  Sempat ngobrol sekitar 5menit.. bagaimana dia memulai perusahaan,  bagaimana memvalidasi pasar dan jreng,  terjadi transfer energi sebagai start up. .  metaaal

Cold Brew

​Cold Brew, ini kopi pekat, diseduh air dingin bukan air panas dan tidak diaduk. 

cara bikin kl ga salah:

1. tuangkan kopi bubuk,  grind kasar 1/3 wadah

2. air dingin 2/3 wadah

3. diamkan katanya minimal 8 jam, *”koreksi kl salah.. lupa apa 24 jam y. 

4. ada juga yang pengen beda ditambah kayu manis atau krimer. 

kalau sudah 24 jam,  langsung saring pindahkan ke wadah. 

diminum dengan mencampur 1/2 air(dingin atau panas) dan 1/2 coldbrew. (awalnya salah nulis 1/5)

Cold brew ini dibikinin langsung dari Cibatu😂, bukan saya yang bikin. 

mamaman,  tatatap.. #coldbrew #resep #resepkopi #kopidingin #manualbrew #brewing

Inilah guru terbaikku

Long distance relationship

Berbeda dimensi,

Tenang pada dimensi tanpa fungsi waktu

Hangat dalam cahaya Illahi

guruku

image-3 image-4

Sori kalau lebay. Buat saya yang datang dari SD kampung, kapasitas berpikir yang biasa saja, bahkan lemah saat kecil, sering sakit dan jatuh masuk kubangan.

Mereka lah yang mengenalkan matematika, kakekku seorang guru matematika di sebuah SD di bandung. Ketika kecil, dari balita hingga SD kelas 5 saya tinggal di rumah yang berhadapan dengan rumah kakek, sehingga masa kecil dihabiskan untuk bermain di halaman rumah dan rumah kakek.

Ketika TK, saya rada telat berpikir dan tidak tangkas, sehingga sering tersandung. Ketika ada Acara karnaval, malah masuk kubangan yang berisi air, basah semua seragam. Berlanjut masuk SD dekat rumah, kemampuan akademik saya biasa saja, bahkan tidak masuk 10 besar. Hingga kelas 2 SD rasanya menulis, menghitung membaca salah satu hal yang sulit. Sehari-hari saya hanya bermain, makan di rumah kakek.

Ketika kelas 3 SD, pelajaran semakin sulit, matematika sudah mulai mengenal perkalian, menghitung luas, volume, perbandingan. Semakin sulit, saat itulah ibu saya menyarankan belajar saja dengan kakek karena saat itu ada LKS berisi soal-soal matematika yang buat saya sulit. Saat itu mulai lah saya diajarkan perkalian, menghitung luas, volume bangun, bukan hanya materi yang saat itu hanya lingkaran dan persegi, saya dikenalkan dengan bangun jajar genjang, trapesium, limas, yang pada saat itu materi di kelas 3 SD belum sampai situ. Saya rasa, itulah saat titik dimana saya mengenal angka-angka, menalar berimajinasi. Terimakasih banyak Aki, mengenalkan itu yang hingga sekarang isi kepalaku tak jauh dari logika dan matematika.

Ketika kelas 5 SD, saya mulai menyukai catur, permainan strategi, memerlukan pemetaan komponen banyak dengan fungsi masing-masing seperti pion, luncur, benteng, kuda dan patih untuk melindungi raja dan memenangkan permainan. Saat itu setiap siang pulang sekolah, ketika kakek ku sudah pulang mengajar aku suka mengajak dia bermain. Disitu saya rasa isi kepala mengalami trigger, berusaha untuk berpikir kompleks dalam menjalankan sebuah sistem. Suatu waktu, guru SD ku Bu Nanan datang ke rumah kakek , karena kami tetanggan dengan guru SD, dan melihat aku sedang bermain catur dengan kakekku, dengan semangat aku bermain dan berpikir, saat itulah pertama kali menang bermain catur dengan kakek. Keesokan harinya, Bu Nanan bertanya, “bagaimana yundi menang tidak  main catur dengan kakek nya?”, dengan semangat ku jawab, “Menang Bu!!” Gembira sekali.  Perasaan gembira bermain permainan kompleks itu terbawa hingga sekarang. Siapa sangka, kakekku mengalah agar aku bisa bahagia, karena tahu Bu Nanan akan tanyakan tentang permainan itu keesokan harinya. Perasaan bahagia, dan cara berpikir kompleks itu tetap ku gunakan dalam bekerja saat ini, merancang dan mendevelop Embedded System, yaaa mungkin masih cupu, tapi tetap ku perjuangkan.

Dilain waktu saat kelas 5 SD, aku senang bermain tenis meja, dan siapa lawan ku, beliau lah juga Kakekku. Padahal saat itu beliau sudah kena asam urat, tapi berusaha melawan rasa sakit hanya untuk bermain tenis meja dengan ku. Terakhir bermain dengan beliau hingga beliau ngos – ngosan, dan tangannya bengkak karena asam urat. Saat itu juga, aku mulai berpikir sedikit dewasa, aku tak tega lagi berinteraksi dengannya sebagai teman bermain, dan harus sangat menghormatinya.

Seiring waktu, semangat – semangat itu  membawa perjalananku hingga bisa masuk ke ITB, alhamdulillah,. Mungkin buat beberapa orang, masuk ITB adalah hal mudah  dan bukan lah sebuah prestasi, bagi ku sebuah rasa Syukur berangkat dari SD kecil dekat rumah.

Saat masa kuliah, kakekku mulai kena sakit diabetes, dan intensitas bertemuku jarang sekali. Yang beliau lakukan adalah selalu memintaku menyupir mobil untuk mengantarnya kontrol berobat ke rumah sakit Dustira. Berobat memang satu hal, tapi dari semua itu ku yakin apa yang dia rencanakan hanya ingin menghabiskan waktu dengan cucu nya.

Semakin lama, beliau sakit keras hingga terkena alzheimer. Keluarga kami bergantian setiap malam berjaga karena beliau selalu meracau setiap malam. Kesibukan ku berusaha untuk mencari pendapatan pribadi dengan berwirausaha, karena aku ingin memiliki keluarga yang baik dan mapan menyebabkan aku jarang bermalam disana. Padahal yang kulakukan, setiap capaian yang didapat adalah untuk membahagiakan beliau, kakekku.

Innalillahi wa Innailaihi Rajiun, 30 Oktober 2016, pukul 6 pagi aku dikejutkan dengan tangisan ibuku yang mengucap, “Uung Aki udah ngga ada”. Saat itu, tidak bisa menangis, tidak tahu harus melakukan apa, aku berusaha segenap tenaga, aku ingin menyiapkan pemakaman bagi beliau sebaik mungkin, memandikan ,mengkafani, menyolatkan beliau. 1 jam sebelum diberangkatkan ke mesjid untuk disolatkan bersama warga, memori-memori yang ditulis diatas kembali berdatangan, my girl friend said, “ninja is cutting the onion”, ga bisa berhenti menangis.

alm-iskandar-3x4

Bahkan ingin rasanya mengetahui wajahny saat muda, ku reka ulang warna dari foto lama beliau.

recolor

Ku coba agar selalu mendoakan beliau setiap saat.

Ramadhani Putri Ayu

Official Web Blog

Nuclear Thinker

The page to share and discuss about nuclear physics

The Hungry Biologist

Culinary Memoirs of A Biologist Who Loves Food

masphei

be happy to code, dream, inspire

sinurhasanah

melihat, mendengar, mengamati, dan menarik hikmah

Wonderland on wheels

A young mom and wife who travels a lot

Erasmus+ scholarship

Quality and Excellence in European Higher Education

Al-Mushlihun

Berbagi dengan Sesama, Memperbaiki mulai dari pribadi

silly willy peggy

Just another WordPress.com site

Inez's Blog

my view about the world